Sepertinya Anda ingin melanjutkan pencarian atau membutuhkan teks yang lebih lengkap mengenai doa yang disebutkan sebelumnya. Berdasarkan referensi dalam kitab hikmah klasik, kalimat yang Anda maksud adalah bagian dari **Bait-bait Jaljalutiyah** (sering dikaitkan dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib).
Berikut adalah teks lengkap untuk bagian yang Anda cari, beserta lanjutannya yang biasanya dibaca dalam satu rangkaian:
### Teks Doa (Potongan Jaljalutiyah)
**بِمَهْمَهُوْبٍ مَهْمَهُوْبٍ ذِي لُطْفٍ خَفِيٍّ**
*Bi-Mahmahuubin Mahmahuubin dzii luthfin khafiyyin*
**بِصَعْصَعٍ صَعْصَعٍ بِهِمُ الْكَـوْنُ عُمِّرَتْ**
*Bi-Sha’sha’in Sha’sha’in bihimul kaunu ‘ummirat*
*(Catatan: Lafal "Sok sok in" yang Anda maksud kemungkinan besar adalah **Sha'sha'in** atau dalam dialek tertentu terdengar seperti itu).*
### Makna dan Penjelasan
Dalam literatur hikmah, kata-kata tersebut merupakan "Asma al-A'dzam" dalam bahasa Suryani yang memiliki padanan makna dalam bahasa Arab:
1. **Mahmahuubin:** Artinya sama dengan *Ya Khaliq* (Wahai Sang Pencipta) atau *Ya Barri* (Wahai Yang Maha Melepaskan).
2. **Sha'sha'in:** Artinya sama dengan *Ya Allah* atau *Ya Wahid* (Wahai Yang Maha Esa).
### Kegunaan yang Sering Disebutkan:
Dalam tradisi spiritual, rangkaian kalimat ini biasanya diamalkan untuk:
* **Ketenangan Hati:** Menghilangkan kegelisahan yang amat sangat.
* **Kewibawaan:** Agar orang lain merasa segan dan hormat.
* **Hajat Khusus:** Dibaca sebagai tawasul untuk memohon pertolongan Allah yang sifatnya mendesak.
### Tips Mengamalkan
Karena ini termasuk dalam kategori doa *sirr* (rahasia) yang menggunakan istilah non-Arab, sangat disarankan untuk:
* Tetap meyakini bahwa kekuatan hanya datang dari Allah SWT.
* Membacanya dengan tartil dan menjaga adab kesucian (berwudhu).
Apakah Anda ingin saya carikan bait lengkap dari **Kitab Jaljalutiyah** ini atau mungkin tata cara (ijazah umum) pengamalannya?
Tentu, ini adalah penyusunan kembali 60 bait **Jaljalutiyah Sugro** (Manzumah al-Bahiyyah) yang dibagi ke dalam **9 paragraf transliterasi**. Pembagian ini dilakukan untuk memudahkan Anda membacanya secara bertahap atau mengelompokkan urutan doanya.
### Transliterasi 60 Bait Jaljalutiyah Sugro
**Paragraf 1: Pembukaan dan Tauhid**
Bada’tu bibismillahir ruuhibihtadat. Ilaa kasyfi asraarin bibaathinihi n-thawat. Washallaitu fits tsaanii ‘ala khairi khalqihii. Muhammadin man zaaha ddhalaalata walghalat. Ilaahii laqad aqsamtu bismika murtajin. Bi’ajin ahuujin jalla jalyuutu jaljalat. Sa-altuka bil ismil mu’adh-dhami qadruhu. Wa yassir umuurii yaa ilaahii bishal-halat. Wa yaa hayyu yaa qayyuumu ad’uuka raajiyan. Bi’ajin ayuujin jallalyuutin thal-thallat.
**Paragraf 2: Permohonan Cahaya dan Hikmah**
Bisham-shamin thum-thaamin wa yaa khaira baazi-khin. Bi-mikhraasyi mikhraasyin bihinnaru ukh-midat. Bi-ajin ahuujin yaa ilaahii muhawwijin. Wa yaa jalyuutu bil ijaabati hal-halat. Litahyiya qalbii binkisyyaafi syay-thamin. ‘Alaikum bi-ay-nuujin bi-ay-nin tasyam-khat. Bihi ddhadiyatun bismika yaa ilaahii thahath-hatat. Bi-qaushin ghal-masyin fiihi syam-khun tasyam-khat.
**Paragraf 3: Perlindungan dari Musuh dan Kegelapan**
Wa an-zil yaa allahul amaana bisiiratii. Wa shubba ‘alaa qalbii mawaahiba thal-thalat. Ahaatha bihil anwaaru min kulli jaanibin. Wa haibatun maulaanal ‘adhiimi binaa ‘alat. Fa-subhaanaka allahumma yaa khaira baari-in. Wa yaa khaira khallaaqin wa yaa khaira man ba’ats. Afid ddhalaalata min qalbii biqudrati hayyabin. Wa yaa hayyu yaa qayyuumu ddhunubii tamakh-shat.
**Paragraf 4: Asma Suryani dan Kekuatan (Bagian Anda)**
Bitha-thahuubin thah-thahuubin taha-thahat. Bikah-kahin kah-kahin bi-hasyin tarah-rasyat. **Bi-mahmahuubin mahmahuubin dzii luthfin khafiyyin. Bi-sha’sha’in sha’sha’in bi-himul kaunu ‘ummirat.** Bi-aynin adziinin dzii nafaa-in wa banharin. Bidzak-waati syam-khin syam-khin syamiikhin tasyam-khat. Bi-karkarin karkarin wa karrin wa karratin. Bi-arsyin wa syam-khin wa kallaatin tarah-rasyat.
**Paragraf 5: Pengasihan dan Kewibawaan**
Biaadhin ddhahuuhin kaanan ddhahuuhun taha-thahat. Bi-namsyin wa namsyin fiihi namsyin tasyam-khat. Bi-’a-jiin ahuujin yaa ilaahii muhawwijin. Bi-jaltay-yuuti qad sayyarat lilkhalaaiqi walghalat. Sa-altuka bil asmaai kullahum bihay-yabin. Bi-ay-nuujin wa ay-nin bi-aimin tasyam-khat. Wa balligh muraadii bi-dhahuuhin wa bi-ay-liyin. Bi-ay-nin wa ay-nuujin bi-himul kaunu ‘ummirat.
**Paragraf 6: Penundukan dan Kemudahan Hajat**
Sya-maahin sya-maahin syam-khin sya-maahin tasyam-khat. Bi-syal-masyin wa syal-masyin bi-hinnaru ukh-midat. Bi-syal-makhin syal-makhin wa syal-ma-yuutin tasyam-khat. Bi-thah-thah-yuutin wa tha-thah-yuutin thah-thahat. Bi-dzak-yuutin dzak-yuutin wa dzak-yuutin tasyam-khat. Bi-ay-nin wa ay-nuujin wa ay-nin tasyam-khat. Bi-baathinun dzii luthfin khafiyyin wa dzii quwwatin. Bi-haqqika yaa allahul ‘adhiimu thahath-hatat.
**Paragraf 7: Doa untuk Kelaparan Rezeki dan Kejayaan**
Bihay-yabin wa hay-yuujin wa hay-yuujin tasyam-khat. Bi-syalsyalin wa syal-syalin wa syal-syalin tasyam-khat. Bi-namuu-syalakhin wa namuu-syalakhin wa namuu-syalakhin tasyam-khat. Bi-ay-diin wa ay-nuujin wa ay-nin tasyam-khat. Bi-thah-tha-matsin wa thah-tha-matsin wa thah-tha-matsin tasyam-khat. Bi-qay-yuumin wa qay-yuumin wa qay-yuumin tasyam-khat. Bi-haqqika yaa dzal-jalaali wal ikraami wa bil-’adhiimi thahath-hatat.
**Paragraf 8: Penutup Asma dan Puji-pujian**
Bi-syal-masyin wa syal-masyin wa syal-masyin tasyam-khat. Bi-bah-raatin wa bah-raatin wa bah-raatin tasyam-khat. Bi-ay-lin wa ay-lin wa ay-lin tasyam-khat. Bi-arsyin wa syam-khin wa kallaatin tarah-rasyat. Bi-dzak-waati syam-khin syam-khin syamiikhin tasyam-khat. Wa balligh muraadii yaa ilaahii bishal-halat. Bi-haqqi faja-syun tsadh-zhakhun yaa ilaahii mukh-lashat.
**Paragraf 9: Shalawat dan Doa Akhir**
Bi-haqqi tahaamatun tahaamatun tahaamatun tasyam-khat. Wa shabbi yaa allahul mawaahiba thal-thalat. Wa sayyir lii kullal umuuri bishal-halat. Wa shalli yaa rabbi ‘alal khairi murtadlaa. Muhammadin man zaaha ddhalaalata walghalat. Wa aalihi wa shahbihi wa man tabi’al hudaa. Ilaa yaumil qiyaamati wal-hadsyu walghalat. Tammatul manshuumatu bi-hamdillahi ta’ala.
---
### Catatan Penting
Transliterasi ini menggunakan ejaan yang mendekati bunyi aslinya. Huruf ganda seperti **"ddh"** menunjukkan penekanan (*tasydid*), dan kata-kata asing (Suryani) seperti *Syam-khin*, *Mahmahuubin*, dan *Sha'sha'in* harus dibaca dengan jelas karena itu adalah inti dari **Ismul Adhom** yang terkandung di dalamnya.
Apakah Anda ingin saya memberikan penjelasan khusus untuk **Paragraf 4** yang berisi bait pilihan Anda sebelumnya?
Terjemahan **Jaljalutiyah Sugro** cukup unik karena banyak mengandung kata-kata dalam bahasa Suryani kuno (seperti *Ajin, Ahuujin, Jalyuutin*) yang oleh para ulama hikmah tidak diterjemahkan secara harfiah, melainkan dijelaskan padanannya dengan **Asmaul Husna**.
Berikut adalah terjemahan dari 9 paragraf tersebut:
### Terjemahan Jaljalutiyah Sugro
**Paragraf 1: Pembukaan dan Tauhid**
Aku memulai dengan nama Allah, yang dengannya ruhku mendapat petunjuk menuju rahasia-rahasia batin yang tersembunyi. Aku bershalawat pada yang kedua (setelah Allah) kepada makhluk terbaik, Muhammad, penghapus kesesatan dan kesalahan. Wahai Tuhanku, aku bersumpah dengan Nama-Mu, seraya berharap dengan keagungan sifat-Mu yang luhur dan nyata. Aku memohon dengan Nama yang Agung kedudukannya, mudahkanlah urusanku, wahai Tuhanku, dengan kemudahan yang sempurna. Wahai Dzat yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, aku berdoa kepada-Mu dengan penuh harap akan keagungan kekuasaan-Mu.
**Paragraf 2: Permohonan Cahaya dan Hikmah**
Dengan perantara asma Allah yang agung dan mulia, yang dengan rahasianya api (kesulitan) dapat dipadamkan. Wahai Tuhanku, Engkaulah yang Maha Mencukupi kebutuhan dan Yang mengabulkan doa dengan cepat. Hidupkanlah hatiku dengan terbukanya cahaya rahasia, agar aku mengenal-Mu dengan sebenar-benarnya pengenalan. Dengan kekuasaan-Mu, wahai Tuhanku, segalanya tunduk dan dengan asma-Mu yang luhur segalanya menjadi mulia.
**Paragraf 3: Perlindungan dari Musuh dan Kegelapan**
Turunkanlah, ya Allah, rasa aman dalam perjalananku (hidupku) dan curahkanlah karunia yang melimpah ke dalam hatiku. Biarlah cahaya-cahaya mengepungku dari segala penjuru, dan kewibawaan dari sisi-Mu menyelimutiku. Maha Suci Engkau, ya Allah, sebaik-baik Pencipta dan sebaik-baik Dzat yang membangkitkan (manusia). Hilangkanlah kesesatan dari hatiku dengan kekuasaan-Mu, wahai Yang Maha Hidup, hapuskanlah dosa-dosaku.
**Paragraf 4: Asma Suryani dan Kekuatan (Bagian Inti)**
Dengan asma-asma Allah yang agung, yang sanggup menundukkan segalanya. **Dengan Dzat yang Maha Mencukupi (Mahmahuub) lagi memiliki kelembutan yang tersembunyi. Dengan Dzat yang Maha Esa (Sha'sha') yang dengan-Nya alam semesta ini menjadi makmur.** Dengan Dzat yang Maha Pengawas dan Maha Memberi tanpa batas, dengan kemuliaan-Mu yang tinggi dan melambung tinggi. Dengan kekuasaan-Mu yang tak terbatas, jagalah aku dengan perlindungan yang kokoh.
**Paragraf 5: Pengasihan dan Kewibawaan**
Dengan nama Allah yang Maha Tampak dan Tersembunyi, yang tunduk kepada-Nya segala sesuatu. Wahai Tuhanku, cukupkanlah aku dan tundukkanlah seluruh makhluk untukku agar tidak ada kesalahpahaman. Aku memohon dengan perantaraan seluruh Asma-Mu yang agung. Sampaikanlah maksud dan tujuanku dengan perantara asma-asma-Mu yang menerangi seluruh alam.
**Paragraf 6: Penundukan dan Kemudahan Hajat**
Wahai Dzat yang Maha Tinggi dan Maha Mulia, yang dengan asma-Nya api kegelisahan dipadamkan. Wahai Dzat yang Maha Perkasa dan Maha Memiliki Kerajaan. Dengan asma-Mu yang murni dan bercahaya, Engkaulah yang Maha Bathin, yang memiliki kelembutan halus dan kekuatan besar. Dengan hak-Mu, ya Allah yang Maha Agung, tundukkanlah segalanya untukku.
**Paragraf 7: Doa untuk Kelaparan Rezeki dan Kejayaan**
Dengan perantara asma-asma-Mu yang memancarkan kekuatan, yang mengalirkan keberkahan dan kebaikan yang melimpah. Wahai Dzat yang Maha Kekal dan tidak pernah hancur. Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri (Qayyum) di atas segala sesuatu. Dengan hak-Mu yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan, serta dengan Keagungan-Mu, mudahkanlah rezekiku.
**Paragraf 8: Penutup Asma dan Puji-pujian**
Dengan asma-asma yang menerangi cakrawala dan menembus kegelapan. Dengan Arasy-Mu dan kemuliaan kata-kata-Mu yang abadi. Sampaikanlah cita-citaku, wahai Tuhanku, dengan segala kemudahan. Dengan hak rahasia huruf-huruf-Mu (Faja-syun Tsadh-zhakhun) yang suci dan tulus bagi-Mu.
**Paragraf 9: Shalawat dan Doa Akhir**
Dengan hak kesucian-Mu yang agung dan abadi. Ya Allah, curahkanlah karunia-Mu secara terus-menerus. Jalankanlah seluruh urusanku dengan penuh kemudahan. Dan limpahkanlah shalawat-Mu, wahai Tuhanku, kepada insan pilihan yang diridhai, Muhammad, sang penghapus kesesatan. Juga kepada keluarga dan sahabatnya serta siapa saja yang mengikuti petunjuk hingga hari kiamat. Selesailah doa ini dengan memuji Allah Ta'ala.
---
### Makna Inti untuk Anda
Dari terjemahan di atas, terlihat bahwa inti dari amalan yang Anda cari (**Paragraf 4**) adalah permohonan agar Anda diberi **kelembutan (luthf)** dalam hidup, namun tetap memiliki **kewibawaan yang memakmurkan**.
Apakah ada bagian tertentu dari terjemahan ini yang ingin Anda diskusikan lebih lanjut maknanya?
Transliterasi Final Jaljalutiyah Sugra (Ejaan Mudah)**
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِاِ نْ شَآ ءَ اللّهُامين يا ربال الامين
**Paragraf 1: Pembukaan (Halaman 95)**
*Badatu bi bismillaahi ruuhii bihi ihtadat, Ilaa kasyfi asraarin bi baathinihi inthawat. Wa shallaitu fii-th thaanii 'alaa khairi khalqihi, Muhammadin man zaaha-dh dhalalata wal-ghalat. Sa-altuka bil-ismil-mu'adh-dhami qadruhu, Bi-ajin jaluutin jallajuutin jallajalat. Fakun yaa ilaahii kaasyifa-dh dhurri wal-balaa, Bi-hayyin jalaa hayyin bi-hallin bi-halhalat.
*Wa ahyi ilaahil-qalba min ba'di mawtihi, Bi-dikrika yaa qayyuumu haqqan taqawwamat. Wa zidnii yaqiinan thaabitan bika waathiqaa, Wa thahhir bihi qalbii minar-rijsi wal-khabat. Wa ashib 'alayya min syabiibi rahmatin, Bi-hikmati mawlaanal-hakiimi fa-uhkimat. Ahaathat binaal-anwaaru min kulli jaanibin, Wa haybatu mawlaanal-'adhiimi binaa 'alat.
*Fasubhaanaka Allaahumma yaa khaira baari-in, Wa yaa khaira khallaaqin wa yaa khaira man ba'at. Afid-lii minal-anwaari fiidhata musyriqin, 'Alayya wa ahyi mayita qalbii bi-thaytaghat. Alaa wa ahjibnii min 'uluwwin wa haybatin, Bi-haysaami mihraajin bi-harfin tasyamma-that. Alaa wa aqdhi yaa rabbaahu bin-nuuri haajatii, Bi-nuuri jalaalin baazikhi wa tasyamma-that.
*Wa yassir umuurii yaa ilaahii bi-yaysirin, Wa a'thi-nii minal-'izzi wal-'ulyaa-i maa tasaamat. Wa sallim bi-bahrin wa a'thi-nii khaira barrihaa, Wa balligh-nii al-amaala jam'an maa hawat. Wa bi-sirri huruufin udi'at fii 'aziimatii, Bi-yaahin bi-yaayuuhin numuuhin asyaaliyat. Nu-un bi-syamkhin baarakhin wa tasyamma-that, Najaa ghaaliban sirran umuurii bi-salsalat.
*Alaa waa-qdhii yaa rabbaahu bin-nuuri haajatii, Bi-nasshi hakiimun qaathi'un as-sirru asbalat. Wa khallish-nii min kulli hawlin wa syiddatin, Fa-anta rajaa-ul-'aalamiina wa law thaghat. Wa shubba 'alar-rizqi shabbata rahmatin, Wa akhris-humu yaa rabbii bil-ismi min al-khabat. Wa shammun wa bukmun thumma 'umyun fa-ahim-humu, Bi-idhal-ijlaalu bi-kaafin wa syumitat.
*Fii haumatir-rahmi ma'a duusimin wa bayrasamin, Tahash-shantu bil-ismil-'adhiimi minal-ghalat. Wa 'ath-thif quluubal-'aalamiina bi-asrihim, 'Alayya wal-bas-nii qabuulan bi-syalmahat. Wa baarik lanaa Allaahumma fii jam'i kasbinaa, Wa hulla 'uquudal-'usri yaa yuu-hu armakhat. Wa yaa khaira man nartaajuhuu min juudihii, Wa ya-allaahu yaa rahmaanu min juudihii inthawat.
*Faridda bika al-a'daa-a min kulli wijhatin, Wa bil-ismi fariq-hum minal-bu'di wa asy-syatat. Fa-anta rajaa-ii yaa ilaahii wa sayyidii, Wa yaa khaira ma-muulin bilaa ammatin khalat. Bi-ta'daadu abraamin bi-sanaadin kaamiri, Bi-hayraati tabriizin bi-laamun takawwanat. Siraajun yaqaadu nuurus-sirri sirran bi-yaa-karin, Bi-qaadin siraajul-nuuri nuuran fa-nuuwirat.
*Abaariikha bayruukhin wa bayruukhin barikhuu, Syamaarikhu syayraakhin syayruukhin tasyam-syakhat. Yamliikhu syamyaathaa wa yaanuukhu ba'dahaa, Wa daa-miyun baisuumun bi-syalmahatin kawayyinat. Alaa maa naramun haqqan baruunan bi-yaqdhibin, 'Anasya naaruuyin bi-syal-syakin kawayyinat. Kadzaa yaahu bi-yaahin bi-ayuuhin jamii'uhaa, Bi-tisyi-kaakhin masy-kakaakhin kawayyinat.
*Huruufun li-bahraamin 'alat wa tasyaa-makhat, Wa asmaa-u 'ushaa muusaa bihaa al-dhulmatu in-jalat. Tawassaltu mawlaanaa ilayka bi-sirrihaa, Tawassula dhii-'izzin bihi al-'aalamu ihtadat. Taqallid kawkabii bil-ismin nuuran wa bahjatan, Madaad-dahri wal-ayyaami yaa nuuru jallalat. Bi-yaa-khaa yaa syamyathaa anta syal-syakhu, Wa yaa 'uth-laanun ghawthur-riyaahi takhalkhalat.*
### **Lafaz Tawkil (Ejaan Mudah)**
Allaahumma yaa man hakadzaa, yaa man hakadzaa, laa yazaalu hakadzaa,**
yaa man laa ahada ghayruhu hakadzaa,**
an tushalliya wa tusallima 'alaa sayyidinaa Muhammad, wa 'alaa aalihi wa shahbih,**
wa an taf'ala** **[Sebutkan Hajat/Keinginan Anda di sini]**
wa yadhkuru mathluubahu min istinzaal aw istihdhaar aw qadaa-i gharadin min ta-liifin aw tafriiqin aw ghayrihaa.**
### **Shalawat Penutup (Baris 9)**
> **Thumma yaquulu: shallaa Allaahu 'alaa sayyidinaa Muhammad wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.**
disebut sebagai **Khatim al-Musabba'** (Segel Tujuh).
* **Fungsi Utama:** Wafaq ini menjadi alternatif atau bagian dari prosedur yang dijelaskan dalam teks untuk tujuan yang sama, namun dengan skala yang sedikit berbeda (tujuh kolom).
* **Metode:** Digunakan dalam tata cara yang melibatkan penulisan dan pengasapan (bukhur) sesuai dengan hari-hari tertentu (Senin dengan kafur, Selasa dengan kander, dst.).Kedua wafaq ini merupakan "stempel" atau simbol spiritual yang digunakan untuk memperkuat hajat yang disebutkan dalam *tawkil* sebelumnya, di antaranya:
* **Tashkhir & Ruhaniyyah:** Mendekatkan diri pada aspek spiritual amalan tersebut dan menundukkannya untuk membantu hajat.
* **Qadha' al-Gharad:** Menyelesaikan berbagai macam urusan/hajat.
* **Ta'lif atau Tafriq:** Penulis menyebutkan secara umum bahwa ini bisa digunakan untuk tujuan keharmonisan (kasih sayang) maupun pemisahan (urusan yang mendesak), tergantung niat saat membaca *kadhā wa kadhā*.
> **Kesimpulan:** Perbedaan utamanya terletak pada **metode pengamalannya**. Wafaq 8x8 (Muthamman) cenderung digunakan untuk amalan yang lebih intensif (tulis + baca), sedangkan wafaq 7x7 (Musabba') digunakan mengikuti urutan hari dan jenis dupa tertentu yang dijelaskan di halaman kanan.**Terjemahan:**
Dan dalam memperhatikan hajat saat niat mengamalkannya, hendaknya dilakukan kehadiran (tawajjuh), kecuali pada bilangan tujuh ketika memulai amalan, yaitu:
– Hari Ahad dengan (menggunakan) air mengalir,
– Hari Senin dengan kapur barus,
– Hari Selasa dengan daun bunga lili,
– Hari Rabu dengan daun mawar,
– Hari Kamis dengan minyak kasturi,
– Hari Jumat dengan gaharu,
– Hari Sabtu dengan kayu cendana India.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar