Senin, 12 Januari 2026

Nadhom (Qasidah) Jaljalutiyah

 Teks yang Anda berikan adalah bait-bait awal dari **Nadhom (Qasidah) Jaljalutiyah**, sebuah syair munajat dan doa yang masyhur di kalangan pesantren dan ahli hikmah, yang dinisbatkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra.


Berikut adalah terjemahan bahasa Indonesia dari teks tersebut, dengan membiarkan lafaz-lafaz *Isim* (Nama-nama Agung/Suryani) tetap seperti aslinya karena memiliki makna khusus dalam tradisi tersebut:



**Terjemahan:**


1. **Bada’tu bi Bismillahi ruuhii bihihtadat, ilaa kasyfi asroorin bi baathinihin-thowat.**

* "Aku memulai dengan menyebut nama Allah, yang dengannya ruhku mendapat petunjuk, menuju tersingkapnya rahasia-rahasia yang tersimpan di dalam batin."



2. **Wa shollaytu fits-tsaani ‘alaa khoiri kholqillahi, Muhammadin man zaahad-dholaalata wal gholat.**

* "Dan aku bershalawat yang kedua kalinya kepada sebaik-baik ciptaan Allah, Muhammad, sosok yang melenyapkan kesesatan dan kesalahan."



3. **Wa ahyaytu qolbil mayyita bi dzikri jalaalatin, Ya Allahu qodarat bihil ‘awalima ajjalat.**

* "Dan aku menghidupkan hati yang mati dengan berdzikir (mengingat) keagungan-Mu, Ya Allah, yang dengan keagungan itu Engkau menakdirkan alam semesta menjadi agung."



4. **Sa-altuka ya man lam yazal wal mulku lahu, bi sirri asmaa-in bikal kawnu quwwimat.**

* "Aku memohon kepada-Mu, Wahai Dzat Yang Senantiasa Ada dan Kerajaan hanyalah milik-Nya, dengan rahasia Asma (Nama-nama) yang dengannya alam semesta ditegakkan."



5. **Sa-altuka bil ismil mu’azhomi qodruhu, bi Aajin Ahuujin Jalla Jalyuutu Jaljalat.**

* "Aku memohon kepada-Mu dengan Nama yang diagungkan kadarnya, dengan perantara *Aajin, Ahuujin*, yang Maha Agung, yang keagungan-Nya menggema (*Jaljalut Jaljalat*)."



6. **Fa kun ya ilahi kaashifa dhurri wal balaa, bi Hayyun Jalaa hammi bi hallin bi halhalat.**

* "Maka jadilah Engkau, wahai Tuhanku, penyingkap bahaya dan bencana, dengan perantara *Hayyun* (Dzat Yang Maha Hidup), hilangkanlah kesusahanku dengan solusi yang terurai."



7. **Bi Yaahin wa Yaahin Yuuhin inna lanaa bihaa, bi Ahyalin Ahyalin Syal’in Syal’yuutin Syal’yalat.**

* "Dengan *Yaah, Yaah, Yuuh* (Nama-nama Allah), sesungguhnya bagi kami ada pertolongan dengannya. Dengan *Ahyalin, Ahyalin, Syal'in, Syal'yuutin* yang Maha Tinggi."



8. **Bi Thoth-hin wa Thoth-hin Yaa Thoth-hayyin wa Thoithohat, wa Baathihin wa Baathihin Yaa Baathoyyin wa Baathoyat.**

* *(Bait ini berisi penyebutan nama-nama agung/Isim untuk memohon kekuatan dan keteguhan).*



9. **Wa Yaa Syam-khotsaa Yaa Syam-khotsiitsaa wa Yaa Tholuu, bi Thuuthin wa Thuuthin Yaa Thoyyathuurin wa Thoyyathat.**

* "Dan wahai *Syamkhotsaa, Syamkhotsiitsaa*, dan wahai *Tholu*, dengan *Thuuthin, Thuuthin*, wahai *Thoyyathuurin*..." *(Ini adalah serangkaian panggilan kepada Allah dengan nama-nama khusus).*



10. **Wa Yaa Gholmasyin Yaa Gholmasyin wa Yaa Gholmasyin, mirshodun lil-ba’di wal-qurbi wa thoythoghat.**

* "Dan wahai *Gholmasyin, Gholmasyin, Gholmasyin* (Dzat Yang Maha Mengawasi/Melindungi), yang menjadi pengintai bagi yang jauh maupun yang dekat..."



11. **Wa afid lii minal anwaari faydhotan musyriqon, ‘alayya wa ahyii mayyita qolbii bi thoythoghat.**

* "Dan limpahkanlah kepadaku dari cahaya-cahaya-Mu dengan limpahan yang bersinar terang atasku, dan hidupkanlah hatiku yang mati ini dengan *Thoythoghat*."



12. **Alaa wa albisni haybatan wa jalaalatan, wa kuffa yadal a’daa-i ‘anni bi-gholmahat.**

* "Ingatlah, dan pakaikanlah (anugerahkan) kepadaku kewibawaan dan keagungan, dan tahanlah tangan musuh-musuh dariku dengan perantara *Gholmahat*."



13. **Alaa wa hjubni min ‘aduwwin wa haasidin, bi haqqi syamaakhin asymaakhin salmat samaat.**

* "Ingatlah, dan hijablah (lindungilah) aku dari musuh dan pendengki, dengan hak (kebenaran) *Syamaakhin, Asymaakhin* yang penuh kedamaian dan ketinggian."



14. **Bi nuuri jalaalin baazikhin wa syanthonin, wa qudduusin barhuutin bihin zholamat injalat.**

* "Dengan cahaya keagungan yang tinggi menjulang, dan *Syanthonin*, serta *Qudduusin, Barhuutin*, yang dengannya kegelapan menjadi sirna."




---


**Catatan Penting:**

Kata-kata seperti *Aajin, Ahuujin, Jalyuut, Gholmasyin, Barhuutin*, dll., dikenal sebagai **Isim A'zham** atau nama-nama Allah dalam bahasa Suryani/Ibrani kuno yang diarabkan dalam tradisi hikmah. Para ulama (seperti Syeikh al-Buni atau Imam al-Ghazali dalam syarahnya) menafsirkan kata-kata ini sebagai representasi sifat-sifat Allah (misalnya: *Aajin* bermakna *Ya Allah*, *Ahuujin* bermakna *Al-Ahad*, dst), sehingga dalam penerjemahan biasanya lafaz aslinya tetap dipertahankan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar