Jumat, 30 Januari 2026

terjemahan detail ke dalam bahasa Indonesia Jaljalutiyah Kubro

 Siap. Berikut **terjemahan detail ke dalam bahasa Indonesia, disusun rapi per alinea (1–9)** sesuai struktur teks yang Anda berikan. Saya menjaga makna doa, nuansa tasawuf, dan istilah pentingnya tetap utuh (tidak disederhanakan berlebihan).




---


## **Alinea 1 – Pembukaan Tauhid & Penyerahan Total**


Aku memulai dengan menyebut nama Allah dalam setiap keadaan, dan memohon pertolongan-Nya atas setiap musibah. Wahai Tuhanku, Engkaulah satu-satunya tempat berharap di setiap kesempitan, dan Engkaulah yang diharapkan untuk menghilangkan segala bala. Aku bertawakal dalam seluruh urusanku kepada-Mu, dan kuserahkan rahasia serta yang tampak dariku hanya kepada-Mu. Maka jadilah Engkau pelindungku, penolongku, dan penopangku dalam setiap urusan yang berat.

Wahai Tuhanku, demi Nama-Mu Yang Maha Agung dan rahasia-Nya yang tersembunyi di alam semesta, bukakanlah bagiku pintu-pintu karunia-Mu dan tutuplah dariku pintu kehinaan. Sucikan hatiku dari kegelapan, hiasilah dengan cahaya dan kejelasan. Jadikan cahaya menyertaiku ke mana pun aku menghadap, dan lindungilah aku dari kehinaan setiap waktu.

Ilhamkanlah petunjuk kepadaku, luruskan langkahku, jauhkan aku dari segala kejahatan dan gangguan, dan akhiri seluruh urusanku dengan kebaikan. Limpahkan shalawat kepada Ṭāhā, sebaik-baik makhluk.


---


## **Alinea 2 – Kewibawaan, Cinta & Benteng Huruf**


Anugerahkanlah kepadaku kelembutan dan rahmat dari-Mu, dan angkatlah martabat serta kewibawaanku. Tinggikan aku dengan kemuliaan dan derajat, dan tanamkan rasa cinta kepadaku di hati manusia. Lunakkan hati seluruh makhluk sebagaimana Engkau melunakkan besi bagi Nabi Dawud.

Bungkamkan lisan para musuh, tahan tangan orang-orang zalim, hancurkan kekuatan dan niat jahat mereka. Satukan hati manusia dalam ketaatan kepada-Mu, cukupkan aku dengan kekayaan-Mu, lindungi aku dari kefakiran dan hutang, serta bukakan pintu rezeki dari segala arah.

Ajarkan kepadaku ilmu laduni, rahasia kitab dan hikmah. Selimuti aku dengan kewibawaan yang membuat leher-leher tunduk oleh keagungan kekuasaan-Mu. Jadikan aku berada dalam benteng nama-nama huruf Ilahi, sehingga tak seorang pun mampu mengalahkanku. Lindungilah aku dari setan, hasad, dan permusuhan, serta mahkotai aku dengan wibawa dan kehormatan.


---


## **Alinea 3 – Asma Suryani & Pemadam Energi Panas**


Dengan nama-nama agung dan seruan rahasia, hidupkanlah kembali hati yang mati dengan dzikir kepada-Mu. Datangkan rezeki dari segala arah dan satukan hati-hati dengan nama-Mu. Demi rahasia nama-nama kuno yang agung, kabulkan doaku dan penuhi kebutuhanku.

Selamatkan aku dari kesempitan dan kesulitan, karena Engkaulah satu-satunya tempat berlindung. Padamkan panas, sihir, racun, dan segala bahaya sebagaimana api menjadi dingin bagi Nabi Ibrahim.

Hancurkan tipu daya musuh, kembalikan makar mereka kepada diri mereka sendiri, dan jadikan Engkau benteng yang kokoh bagi kami dari segala kehancuran.


---


## **Alinea 4 – Penarik Rezeki & Penyucian Jiwa**


Dengan perantaraan nama-nama rahasia, kabulkanlah doaku, wahai Tuhan yang Maha Mengabulkan. Terangi kebutuhanku dengan cahaya-Mu dan mudahkan urusanku setelah kesulitan. Limpahkan rezeki yang luas, tampak maupun tersembunyi.

Terimalah taubatku dengan tulus, hapuskan dosa-dosaku, dan sucikan hatiku dari kelalaian dan keraguan. Anugerahkan kepadaku ilmu yang halus dan tersembunyi, sebagaimana Engkau mengilhamkan hikmah kepada Khidir.

Tanamkan dalam diriku kemuliaan para nabi, cinta, keteguhan, dan keutamaan, serta sempurnakan dengan kemuliaan Nabi Muhammad ﷺ dan keluarganya.


---


## **Alinea 5 – Puncak Kemenangan & Kestabilan Barhutiyah**


Dengan nama-nama kekuatan dan keagungan, angkatlah derajatku dan kuatkan aku. Hancurkan barisan musuh, cerai-beraikan kekuatan mereka, dan kembalikan kezaliman mereka kepada diri mereka sendiri.

Anugerahkan kepadaku rahasia, hikmah, dan ilmu yang yakin tanpa keraguan. Selimuti aku dengan kemuliaan dan wibawa yang merendahkan musuh. Terimalah doaku, ampuni kesalahanku, dan limpahkan pertolongan yang nyata.

Curahkan shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarganya, para sahabat, dan pengikut mereka hingga akhir zaman.


---


## **Alinea 6 – Peninaran Waktu & Kecerdasan Hafalan**


Terangilah hatiku dengan cahaya keagungan-Mu hingga gelapnya sirna. Bukakan penglihatanku agar aku melihat kebenaran. Berkahilah waktuku, umurku, dan setiap ketaatan.

Tetapkan hafalan yang Engkau anugerahkan kepadaku, jauhkan aku dari lupa, dan simpan dalam hatiku seluruh ilmu dan hikmah. Ajarkan aku tafsir ayat-ayat-Mu dan rahasia Kitab-Mu.

Singkirkan segala kegelisahan dan kesempitan, perlihatkan hakikat yang tersembunyi dari pandanganku, dan dekatkan aku kepada-Mu.


---


## **Alinea 7 – Pemecah Kejahatan & Penundukan Semesta**


Hancurkan niat jahat, bungkamkan kebatilan, dan cegah segala kezaliman. Cukupkan aku dari setiap bahaya dan krisis. Kirimkan petir kehancuran bagi siapa pun yang berniat mencelakaiku.

Tundukkan makhluk, malaikat, dan jin agar melayani perintah-Mu. Lunakkan hati manusia kepadaku, datangkan mereka dengan kerelaan dan senyuman. Jadikan segala keinginan tunduk kepada kehendak-Mu.


---


## **Alinea 8 – Keberuntungan & Rahasia Al-Fatihah**


Sempurnakan kebahagiaanku, hilangkan kesedihan dan kegundahan. Kabulkan seluruh maksudku dan jangan Engkau haramkan aku dari anugerah-Mu. Satukan hatiku dengan hati manusia dalam cinta dan keikhlasan.

Tunjukkan aku jalan yang lurus, jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat. Turunkan hujan rahmat yang menghidupkan jiwa dan ragaku. Lindungi aku dari kejahatan, dosa, dan permusuhan, serta tutuplah doaku dengan shalawat kepada Nabi ﷺ.


---


## **Alinea 9 – Wasiat, Dzikrul Maut & Husnul Khatimah**


Jika engkau memiliki akal dan ilmu, maka jagalah rahasia ini dan jangan membukanya kepada yang tidak layak. Dengan nama-nama ini, segala kunci dibukakan dan kesulitan disingkap.

Ingatlah selalu pertolongan Allah, jangan lalai dari dzikir-Nya. Tolonglah aku di alam kubur, jangan Engkau hinakan aku pada hari pengadilan, tetapkan langkahku di atas shirath, dan hapuskan dosaku dengan rahmat-Mu.

Inilah keyakinanku, harapanku dalam hidup dan mati. Aku menutup rangkaian ini dengan shalawat kepada Muhammad ﷺ, keluarganya, para sahabat, dan istri-istrinya yang suci, selama masa dan kehidupan masih berjalan.


---


Jika Anda mau:


* versi **lebih literal kata-per-kata**,

* versi **ringkas untuk publikasi**, atau

* **penyesuaian bahasa (akademik / sufistik / populer)**



Baik. Di bawah ini saya sajikan **versi lebih literal (kata-per-kata → kalimat), setia pada susunan Arab**, **tanpa dipoles sastra**, dan **tetap dipisah per alinea (1–9)**. Saya sengaja menjaga urutan frasa agar mudah dilacak ke teks aslinya.


---


## **Alinea 1 – Terjemah Literal Kalimat demi Kalimat**


Aku memulai dengan menyebut nama Allah dalam setiap keadaan,

dan aku memohon kepada-Nya pertolongan atas setiap musibah yang turun.

Tuhanku, Engkaulah yang diharapkan dalam setiap kesempitan,

dan Engkaulah yang diharapkan untuk tersingkapnya bala.


Aku bertawakal dalam seluruh urusan kepada-Mu,

dan aku serahkan rahasiaku dan yang tampak dariku kepada-Mu.

Maka jadilah Engkau bagiku sebagai pelindung,

dan jadilah Engkau bagiku sebagai penolong,

dan jadilah Engkau bagiku sebagai pemberi bantuan atas setiap perkara yang berat.


Tuhanku, demi hak Nama-Mu Yang Maha Agung,

dan demi rahasia-Nya yang tersembunyi di alam.

Bukakanlah bagiku pintu-pintu karunia-Mu,

dan tutuplah dariku pintu-pintu kehinaan.


Sucikanlah hatiku dari kegelapan,

dan hiasilah ia dengan cahaya dan penjelasan.

Jadikanlah bagiku cahaya pada setiap arah,

dan jagalah aku dari kehinaan pada setiap waktu.


Ilhamkanlah kepadaku petunjukku,

dan luruskanlah langkah-langkahku,

dan palingkan dariku setiap kejahatan dan gangguan.


Dan akhirilah seluruh urusanku dengan kebaikan,

dan limpahkanlah shalawat atas Ṭāhā sebaik-baik makhluk.


---


## **Alinea 2 – Literal**


Dan anugerahkanlah kepadaku wahai Tuhanku dari sisi-Mu kelembutan dan rahmat,

dan tinggikanlah wahai Tuhanku kedudukanku dan kewibawaanku.


Wahai Yang Maha Mengangkat, angkatlah aku dengan kemuliaan dan ketinggian,

dan lemparkanlah rasa cinta kepadaku dari seluruh makhluk.


Dan lunakkanlah hati-hati alam seluruhnya,

sebagaimana Engkau telah melunakkan besi bagi Dawud dan menundukkannya.


Dan bungkamkanlah lisan-lisan para musuh dariku dengan kekuasaan-Mu,

dan tahanlah tangan orang-orang zalim dariku serta tipu daya mereka.


Dan batalkanlah kekuatan mereka dan kejahatan jiwa-jiwa mereka.

Wahai Yang Mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya,

kumpulkanlah bagiku hati-hati dalam ketaatan kepada-Mu.


Wahai Yang Maha Kaya, cukupkanlah aku dengan kekayaan-Mu yang mutlak,

dan lindungilah aku dari keburukan kefakiran, hutang, dan kesengsaraan.


Bukakanlah bagiku rezeki dari setiap sisi,

sebagaimana Engkau membukakannya bagi para nabi dan wali.

Wahai Maha Pembuka, bukakanlah bagiku pembukaan yang nyata.


Wahai Maha Mengetahui, ajarilah aku dari ilmu laduni-Mu,

dan fahamkan aku rahasia kitab dan hikmah.


Pakaikanlah kepadaku kewibawaan

yang membuat kulit-kulit merinding karenanya

dan leher-leher tunduk oleh keagungan kekuasaan-Mu.


Cegahlah dariku seluruh lisan yang buruk,

dan siapa pun yang berniat buruk dan kehinaan bagiku.


Karena Engkaulah penolongku wahai Tuhanku dan Penciptaku,

dan bentengku yang kokoh dari seluruh kesulitan.


---


## **Alinea 3 – Literal**


Dengan Ajjin dan Ahūjin wahai Tuhanku yang menggelora,

dan wahai Jaljalūt yang cepat mengabulkan.


Agar Engkau menghidupkan hati yang mati setelah kematiannya,

dengan dzikir kepada-Mu wahai Yang Maha Menegakkan.


Datangkanlah bagiku rezeki dari setiap arah,

dan dengan nama-Mu wahai Baddūḥ satukanlah kami.


Demi hak Ṭahāṭīlīn dan Mahṭahāṭīlīn yang telah berlalu,

dan Qahṭayṭīlīn kemudian Fahṭayṭīlīn yang datang berturut-turut.


Dan Nahhaṭaṭīlīn wahai Tuhanku, dan Jahlaṭīn,

dan Lakh-haṭaṭīlīn yang diambil dengan amanah.


Wahai Lamqafanjal yang dengannya kekuatan datang,

kabulkanlah doaku wahai Tuhanku dan penuhilah kebutuhanku.


Dengan hak nama-nama ini, rahasia, dan akal,

pakaikanlah aku pakaian keindahan dan ketinggian.


Selamatkanlah aku dari setiap ketakutan dan kesempitan,

karena Engkaulah harapanku, tempat perlindunganku, dan sandaranku.


---


## **Alinea 4 – Literal**


Kabulkanlah wahai Tuhanku dengan pengabulan yang mendekat,

wahai Tuanku Engkaulah Yang Mengabulkan doa orang yang berdoa.


Aku bertawassul dengan nama-nama dalam setiap kebutuhan,

dan Engkaulah penolongku pada setiap bencana.


Tunaikanlah wahai Tuhanku dengan cahaya kebutuhanku,

dan mudahkanlah urusanku setelah kesulitan dan kesempitan.


Percepatkanlah rezeki kepadaku yang banyak,

dari yang gaib bahkan dari setiap arah.


Engkau Maha Mulia, Maha Melapangkan, Maha Memberi keutamaan,

atas seluruh makhluk dengan kemurahan dan rahmat.


Terimalah taubatku yang tulus,

wahai Maha Mengetahui rahasia dan yang tersembunyi.


Sucikanlah hatiku dari kekeruhan kelalaian,

dan ikhlaskanlah aku dari setiap syubhat.


Terangilah rahasiaku dan pandanganku dengan limpahan dari-Mu,

dan ilhamkanlah kepadaku ilmu yang halus dan tersembunyi.


---


## **Alinea 5 – Literal**


Dengan Asymakhin dan Awsyamākhin dan Salmakhin yang tinggi,

dan dengan Ṣamdakhin wahai Tuhanku berilah aku ketinggian.


Dengan nama-Mu wahai Syamūkh berilah aku kemuliaan,

dan wahai ‘Ayṭalun hembusan angin menembus.


Ceraikanlah dengan paksaan barisan mereka dan kumpulan mereka,

dan jadikanlah mereka seperti daun-daun yang dimakan.


Aku memohon kepada-Mu rahasia dan hikmah,

dan ilmu yang yakin tanpa keraguan.


Pakaikanlah aku wahai Tuhanku kemuliaan dan kewibawaan,

yang dengannya musuh-musuh menjadi hina.


Engkaulah tempat perlindunganku dan persiapanku,

maka jadilah Engkau Maha Penyayang dan penolong bagiku.


---


## **Alinea 6 – Literal**


Dengan cahaya keagungan-Mu wahai Tuhanku bersinarlah,

atas kegelapan hati hingga tersingkap.


Wahai Cahaya, wahai Pemberi Petunjuk, terangilah pandanganku,

agar aku melihat kebenaran sebagaimana adanya.


Berkahilah waktu-waktuku dalam setiap ketaatan,

dan jangan jadikan dunia sebagai musibah bagiku.


Tetapkanlah hafalan yang Engkau karuniakan,

dan jauhkanlah dari hatiku lupa.


Letakkanlah dalam hatiku setiap ilmu dan hikmah,

dan ilhamkanlah tafsir dalam setiap ayat.


---


## **Alinea 7 – Literal**


Ceraikanlah barisan musuh dan hancurkan kumpulan mereka,

dengan paksaan-Mu wahai Maha Perkasa.


Bungkamkanlah lisan-lisan dengan karunia-Mu,

dan cegahlah setiap kezaliman dan keburukan.


Aku bertawakal kepada-Mu,

dan tidak ada pertolongan kecuali dari Allah.


Tundukkanlah malaikat dan jin seluruhnya,

untuk melayani nama-nama-Mu dan perintah-Mu.


Lunakkanlah hati siapa pun yang Engkau kehendaki,

dan jadikan ia taat terhadap apa yang aku harapkan.


---


## **Alinea 8 – Literal**


Wahai kebahagiaan dari kebahagiaan,

sungguh telah sempurna kebahagiaanku.


Hilangkanlah kegelisahan hatiku dan kesedihannya,

dan jangan Engkau haramkan aku dari karunia-Mu.


Satukanlah hatiku dengan seluruh hati,

dengan cinta, keikhlasan, dan kewibawaan.


Tunjukilah aku jalan yang lurus,

jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat.


Jangan jadikan dunia sebagai bagianku,

dan jangan jadikan ia puncak pengetahuanku.


---


## **Alinea 9 – Literal**


Jika engkau memiliki akal dan ilmu,

maka tutuplah rahasia dan jangan membukanya.


Jangan engkau berikan kepada orang bodoh,

karena mereka akan binasa karenanya.


Dengan nama-nama ini kunci-kunci dibuka,

dan kesulitan disingkap.


Ingatlah pertolongan Allah setiap saat,

dan jangan lalai dari dzikir kepada Tuhanmu.


Teguhkanlah langkahku di shirath,

dan hapuskanlah dosa-dosaku dengan rahmat-Mu.


Harapanku hanya kepada-Mu dalam hidup dan mati,

dan aku menutup susunan ini dengan shalawat

atas Muhammad ﷺ, keluarganya, dan para sahabatnya.


---


Jika Anda ingin:


* **lebih mentah lagi (satu baris Arab → satu baris Indonesia)**

* **diberi catatan istilah (asma, huruf, simbol)**

* atau **dibuatkan tabel Arab–Indonesia**


tinggal bilang formatnya.



Jumat, 23 Januari 2026

gabungan 3 versi Jaljalutiyah

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِاِ نْ شَآ ءَ اللّهُامين يا ربال الامين 
 Allahumma inni as-aluka yaa Allahu, yaa Huwa, yaa Rahmanu yaa Rahimu, yaa Hayyu yaa Qayyumu, yaa Hannanu yaa Mannanu, yaa Badii’us samaawaati wal ardhi, yaa Dzal jalaali wal ikraam, yaa Ahadu yaa Shamadu, yaa Maalikul mulki, yaa Ilahu, laa ilaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadh dhaalimiin, as-aluka bi-anni asyhadu annaka antallahu laa ilaha illa antal ahadus shamadul ladzi lam yalid wa lam yuulad wa lam yakul lahu kufuwan ahad.



Transliterasi Gabungan (Lengkap & Utuh)

**Paragraf 1: Pembukaan dan Sumpah Agung**

Bada’tu bibismillahi ruuhii bihiihtadat, ilaa kasyfi asraarin bibaathinihii thawat. Wa shallaitu fits tsaanii ‘alaa khairi khalqihii, Muhammadin man zaaha adh-dhalalata wal ghalat. Bismil ilaahi bada’tu tsummash shalaatu, ‘Alan nabiyyil mushthafaa dziil mu’jizaati. Ilaahii laqad aqsamtu bismika mu'azzhamin, bi Ajjin ahuujin jalla jalyuutu jaljalat. Sa-altuka bil ismi mu’adh-dhamu qadruhu, bi Ajjin ahuujin yaa ilaahii bi-ajjalat. Fayaa hayyu yaa qayyuumu ad’uuka raajiyan, bi Ajjin ayuujin jalla jalyuutu jaljalat.


**Paragraf 2: Rangkaian Asma Cahaya I (Sesuai File)**

Bi Thah_thayalin baazin wa syaamakhin wa syaamikhii, wa bahrati tibriizin wa 'azzhamun wa 'azzhamat. Bi-aj-makhin ar-makhin wa syamakhin wa syamikhii, wa thal-thafin yaa baari-ul jinnatun wa jannat. Bi-an-warin bansyin wa bansyakhi bansyakhi, wa banuukhin wa syim-rakhin wa syim-raakhin wa syim-rakhat. Bi-syal-syalin syal-syali syaluusyi syayuu-syin wa syayuu-syat, wa thal-thafun yaa Dzat al-jaljalati wa jaljalat. Bi-tau-qiirin tau-qii-ri bi-nuurin wa an-waarin, wa baahirin wa bah-ratun wa ad-haamun wa ad-hamat.


**Paragraf 3: Rangkaian Asma Cahaya II (Sesuai File)**

Bi-ay-yin ahuujin yaa ilaahii wa sayyidii, wa syar-fahirin bi-asy-makhatin wa asy-makhat. Bi-daatun wa dau-daatun wa dau-daati dau-dahat, wa qai-thaarin wa qai-thaari wa qai-thaari qai-thahat. Bi-haqqi fayaa-kuunul-aziizu wa syam-khadzat, wa bi-syak-makhatun wa syak-makhati wa syak-makhat. Bi-hal-halatun syal-syalatun wa syal-syala syal-syat, wa bi-nuurin wa an-waari wa nuurun bi-nuurakhat. Bi-aj-makhin yaa ar-makhin wa syam-khatun wa syam-khatun, wa bi-syar-hi asy-maakhin bi-nuurin wa an-warakhat.


**Paragraf 4: Penguatan Vibrasi (Intensifikasi Sesuai File)**

Bi-nuurin wa an-waari wa nuurun bi-nuurihii, wa bi-asy-maakhin asy-maakhin asy-maakhi asy-maakhat. Bi-hal-halatun hal-lat bi-hal-li bi-hal-halat, wa bi-syal-syalatun syal-syala syal-syali syal-syalat. Bi-nuurin wa an-waari wa nuurun bi-nuurihaa, wa bi-aj-makhin ar-makhin wa aj-makhin aj-makhat. Sa-altuka bi-ismin mu’adh-dhamu qadruhu, bi Ajjin ahuujin yaa ilaahii bi-ajjalat. Fayaa hayyu yaa qayyuumu ad’uuka raajiyan, bi Ajjin ayuujin jalla jalyuutu jaljalat.


**Paragraf 5: Gabungan Asma Suryani Inti (Sugro & File)**

Bi-mahmahuubin mahmahuubin dzii luthfin khafiyyin. Bi-sha’sha’in sha’sha’in bi-himul kaunu ‘ummirat. Bi Thah_thayalin baazin wa syaamakhin wa syaamikhii, wa bahrati tibriizin wa 'azzhamun wa 'azzhamat. Bi-aj-makhin ar-makhin wa syamakhin wa syamikhii, wa thal-thafin yaa baari-ul jinnatun wa jannat. Bi-an-warin bansyin wa bansyakhi bansyakhi, wa banuukhin wa syim-rakhin wa syim-raakhin wa syim-rakhat. Bi-syal-syalin syal-syali syaluusyi syayuu-syin wa syayuu-syat, wa thal-thafun yaa Dzat al-jaljalati wa jaljalat.


**Paragraf 6: Kemandirian Rezeki dan Perlindungan (Sesuai File)**

Bi-tau-qiirin tau-qii-ri bi-nuurin wa an-waarin, wa baahirin wa bah-ratun wa ad-haamun wa ad-hamat. Bi-ay-yin ahuujin yaa ilaahii wa sayyidii, wa syar-fahirin bi-asy-makhatin wa asy-makhat. Alaa wa aghninī wa awlādī, yaa Dzal Jalaali bikaafin kun yaa Dzal Jalaali bikaafin kun, wa khallish-nii min kulli haulin wa syiddat. Wa shubba ‘alar-rizqi shabbatan rahmatan, wa baarika lanaa Allaahumma fii jam-’i kasbat. Wa ash-mim wa ab-kim thumma a’mi ‘aduw_wana, wa ak-hir-hum yaa Dzal Jalaali bi-huu samat.


**Paragraf 7: Kewibawaan dan Penundukan (Sesuai File)**

Tahash-shantu wa jamī‘a awlādī bil-ismil-’adhiimi minal-ghalati, ‘ala wal-albasaa qabuulan bi-syal-mahat. Wa halli ‘uquudal-’usri yaayuu-hu ar-makhat, wa yaa man lanal-arzaaqu min juudihi namat. Wa bil-asmi tirmay-hum minal-bu’di bisy-syatat, fafarriq lim-yul-jaisyin in raama bii ghalat. Fa-anta rajaa-ii yaa ilaahii wa sayyidii, wa yaa khaira mas-uulin wa akramu man ‘athat. Bi-ta’daadi ay-raamin bisindaadu kaahirin, bibaahirati tibriizin bilaamun takau-wanat. Siraaju buqaadin-nuuri sirran bitaakirun, tamaa_riikhu syay-raakhin syaruukhin tasyam_makhat.


**Paragraf 8: Penaklukan Musuh dan Huruf Muqatta'at (Sesuai File)**

Bi-tam-liikhi syam-yaana wa yaa nuuhu ba’dahaa, wa ad-maikhu yasymuukhu bihil-kaunu ‘uth-thirat. Tawa-ssaltu maulaanaa ilaika bisirrihaa, tawa-ssala dhii ‘izbin ‘alal-’aalami ihtadat. Bitahaa wa thasiinun wa yaasiinun kun lanaa, bithaasiin mimin bissa’aadati aqbalat. Kāf-Hā-Yā-‘Ain-Ṣād. Ḥā-Mīm-‘Ain-Sīn-Qāf. Alif-Lām-Mīm-Rā. Allāhumma innī as-aluka bil-ḥaqqi min ismikal-a‘zhami, wa bi Tsulātsiyyil-‘Arsyi, wal-Alifil-Muqaw_wami, wa bi sirri alif wal_lām wal_mīm, Wa bi sirri khawātīmi sūratil-Baqarah, wa bil-Muṭham_thisil-Abtari, wa bis-Sulaymānī, wa bil-Kutubil-Arba‘atil-latī, wa bil-Haykalil-Kahfi. Wa bil-Ḥaqqil-Maskūti ‘anhu. An tuṣalliya ‘alā Muṣṭhafā Nabiyyinā Sayyidinā Ummiyyi Muḥammadin Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa Sallam, wa ‘alā ālihi bi ‘adadi kulli ḥarfin jarā bihil-qalamu. Wa Anta bi ḥājatī ‘Ālimun, wa ‘alā kulli syay-in Qadīr.


**Paragraf 9: Penutup dan Penjagaan Keluarga (Sesuai File)**

Bi-qaafun wa nuunun thumma shaadun wa maa inthawat, minal-sirri wal-asraari fiihaa wa maa hawat. Bimaa fii kitaabillaahi min kulli suurotin, wa aayaatun thummal-hurufu ta’adh-dhamat. Wa shalli yaa rabbi ‘alal khairi murtadlaa, Muhammadin man zaaha ddhalaalata walghalat. Allāhumma iḥfaẓ hādzal-‘amala wa da‘watal-Jaljalūtiyyatal-Kubrā fī nafsī wa fī jamī‘i awlādī. Subḥānallāhi mil-al mīzān, wa muntahal ‘ilmi, wa mablaghar-ridhā, wa zinatal ‘arsyi. Lā manjā wa lā malja-a minallāhi illā ilaih. ‘Adadasy-syaf’i wal witri, wa ‘adada kalimātihī kullihā.                                    آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن 

Terjemahan Berdasarkan Paragraf Gabungan




**Paragraf 1:** Aku memulai dengan nama Allah, ruhku mendapat petunjuk menuju rahasia batin. Aku bersumpah dengan nama-Mu yang agung untuk menyegerakan pengabulan doa.



**Paragraf 2-4:** Menggunakan rangkaian asma-asma cahaya dan keagungan (Suryani) yang suci untuk memadamkan kesulitan dan menghadirkan kekuatan ilahiyah .



**Paragraf 5:** Menambahkan asma *Mahmahuub* dan *Sha'sha'* (dari versi Sugro) ke dalam rangkaian asma agung untuk kelembutan dan memakmurkan hidup .



**Paragraf 6:** Doa khusus agar Anda dan anak-anak Anda diberikan kekayaan dan kecukupan, serta perlindungan dari musuh melalui rahasia "Kun" .



**Paragraf 7:** Membentengi diri dari kesalahan dan memohon kewibawaan (qabul) serta kemudahan dalam mengurai kesulitan hidup .



**Paragraf 8:** Bertawasul melalui huruf-huruf Al-Qur'an (Yasin, Thoha, dll.) sebagai pelindung yang bahkan sanggup menggetarkan gunung .



**Paragraf 9:** Penutup dengan shalawat dan permohonan agar Allah menjaga amalan Jaljalutiyah Kubro ini untuk diri Anda dan seluruh anak keturunan Anda selamanya .



Berikut adalah terjemahan lengkap dari gabungan 3 versi Jaljalutiyah (Sugro, Kubro, dan file unggahan Anda) yang telah disusun ke dalam 9 paragraf tanpa mengurangi atau mengubah kata-kata dari naskah asli Anda:


### Terjemahan Gabungan Jaljalutiyah


**Paragraf 1: Pembukaan dan Sumpah Agung**

Aku memulai dengan nama Allah, ruhku dengannya mendapat petunjuk menuju tersingkapnya rahasia-rahasia yang terlipat di dalam batinnya. Aku bershalawat pada urutan kedua kepada sebaik-baik makhluk, Muhammad, penghapus kesesatan dan kesalahan. Dengan nama Tuhan aku memulai, kemudian shalawat atas Nabi pilihan yang memiliki mukjizat-mukjizat. Wahai Tuhanku, sungguh aku bersumpah dengan nama-Mu yang diagungkan, dengan asma *Ajjin Ahuujin* yang memancarkan keagungan cahaya yang sangat terang. Aku memohon kepada-Mu dengan nama yang agung kedudukannya, dengan asma *Ajjin Ahuujin* wahai Tuhanku, segerakanlah (pengabulannya). Wahai Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, aku berdoa kepada-Mu dengan penuh harap, dengan asma *Ajjin Ayuujin* yang memancarkan keagungan cahaya yang sangat terang.


**Paragraf 2: Rangkaian Asma Cahaya I**

Dengan asma *Thah-thayalin*, Sang Penguasa, Yang Maha Tinggi lagi Mulia, dan dengan cahaya yang murni, kemuliaan demi kemuliaan. Dengan asma *Aj-makhin Ar-makhin*, Yang Maha Tinggi lagi Mulia, dan dengan kelembutan, wahai Sang Pencipta jin dan manusia. Dengan cahaya-cahaya yang memancar, kekuatan demi kekuatan, ketenangan demi ketenangan, serta ketinggian yang luhur. Dengan asma *Syal-syalin Syal-syali*, dengan getaran yang sangat kuat, dan dengan kelembutan wahai Pemilik Keagungan yang agung. Dengan penghormatan dan cahaya di atas cahaya, dengan keindahan yang tampak nyata dan kekuatan yang sangat kokoh.


**Paragraf 3: Rangkaian Asma Cahaya II**

Dengan *Ay-yin Ahuujin* wahai Tuhanku dan Pemimpinku, dan dengan kemuliaan yang luhur dalam keagungan demi keagungan. Dengan ketetapan demi ketetapan yang telah ditetapkan, dan dengan takdir demi takdir yang telah ditentukan. Dengan hak firman-Nya "Jadilah maka jadilah" (Kun fayakuun), Dzat Yang Maha Perkasa, Yang Maha Mulia, dan dengan keagungan yang sempurna. Dengan getaran dan cahaya yang memancar terus-menerus, serta dengan cahaya-Mu yang menerangi segala cahaya. Dengan keagungan wahai Dzat Yang Maha Tinggi, dengan kemuliaan yang nyata, dan dengan penjelasan kemuliaan melalui cahaya-cahaya-Mu.


**Paragraf 4: Penguatan Vibrasi (Intensifikasi)**

Dengan cahaya di atas cahaya, cahaya dengan cahaya-Nya, dan dengan kemuliaan yang berulang-ulang dalam keagungan yang abadi. Dengan getaran demi getaran yang melingkupi, dan dengan cahaya-Mu yang menyinari segala penjuru. Dengan cahaya di atas cahaya, cahaya dengan cahaya-Nya, dan dengan keagungan yang luhur demi keagungan yang luhur. Aku memohon kepada-Mu dengan nama yang agung kedudukannya, dengan asma *Ajjin Ahuujin* wahai Tuhanku, segerakanlah. Wahai Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, aku berdoa kepada-Mu dengan penuh harap, dengan asma *Ajjin Ayuujin* yang memancarkan keagungan cahaya yang sangat terang.


**Paragraf 5: Gabungan Asma Suryani Inti**

Dengan Dzat yang Maha Mencukupi (*Mahmahuub*) lagi memiliki kelembutan yang tersembunyi. Dengan Dzat yang Maha Esa (*Sha'sha'*) yang dengan-Nya (kekuasaan-Nya) alam semesta ini menjadi makmur. Dengan asma *Thah-thayalin*, Sang Penguasa, Yang Maha Tinggi lagi Mulia, dan dengan cahaya yang murni, kemuliaan demi kemuliaan. Dengan asma *Aj-makhin Ar-makhin*, Yang Maha Tinggi lagi Mulia, dan dengan kelembutan wahai Sang Pencipta jin dan manusia. Dengan cahaya-cahaya yang memancar luhur, ketenangan demi ketenangan, dan ketinggian yang luhur. Dengan asma *Syal-syalin Syal-syali*, dengan getaran yang sangat kuat, dan dengan kelembutan wahai Pemilik Keagungan yang agung.


**Paragraf 6: Kemandirian Rezeki dan Perlindungan**

Dengan penghormatan dan cahaya di atas cahaya, dengan keindahan yang tampak nyata dan kekuatan yang sangat kokoh. Dengan *Ay-yin Ahuujin* wahai Tuhanku dan Pemimpinku, dan dengan kemuliaan yang luhur dalam keagungan demi keagungan. Ingatlah, cukupkanlah dan kayakanlah aku beserta anak-anakku, wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan, dengan rahasia huruf *Kaf* dan *Kun* (Jadilah!), dan selamatkanlah aku dari segala ketakutan dan kesulitan. Curahkanlah rezeki kepada kami dengan curahan rahmat, dan berkatilah kami ya Allah dalam setiap usaha yang kami kumpulkan. Tulikanlah, bisukanlah, dan butakanlah para musuh kami, dan kalahkanlah mereka wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dengan tanda-tanda kekuasaan-Nya.


**Paragraf 7: Kewibawaan dan Penundukan**

Aku membentengi diri dengan Nama-Mu yang Agung dari segala kesalahan, dan berilah aku penerimaan serta kewibawaan yang luas. Uraikanlah segala ikatan kesulitan (wahai Dzat yang Maha Mengetahui), wahai Dzat yang rezeki-rezeki kami tumbuh dari kemurahan-Nya. Dengan asma ini, lempar dan jauhkanlah mereka (musuh) hingga tercerai-berai, maka ceraikanlah pasukan yang berniat jahat kepadaku. Engkaulah harapanku wahai Tuhanku dan Pemimpinku, sebaik-baik tempat meminta dan Dzat paling mulia yang memberi. Dengan rahasia cahaya yang bersinar terang dan abadi, kemuliaan yang tinggi yang melampaui segalanya. Dengan kekuasaan yang abadi, yang dengan-Nya alam semesta ini menjadi harum (makmur).


**Paragraf 8: Penaklukan Musuh dan Huruf Muqatta'at**

Sungguh dengan kekuatan-Nya, musuh-musuh akan tunduk, dengan hak kebenaran yang nyata dan persaingan yang saling mendesak. Aku bertawasul kepada-Mu wahai Tuhan kami dengan rahasia huruf-huruf-Mu, tawasul dari seseorang yang mencari cahaya hidayah di alam semesta ini. Dengan hak *Thaha*, *Thasin*, dan *Yasin*, jadilah milik kami, dan dengan *Thasin Mim*, semoga kebahagiaan menghampiri kami. Dengan *Kaf-Ha-Ya-'Ain-Shad*, jadilah ia kecukupan bagi kami dari segala keburukan dengan kewibawaan yang besar. Dengan *Ha-Mim-'Ain-Sin-Qaf*, jadilah ia perlindungan kami yang dengannya gunung-gunung pun bergetar. Dengan *Alif-Lam-Mim-Ra*, aku menjadi luhur dengan cahaya asma-Mu dan ruhku pun menjadi mulia.


**Paragraf 9: Penutup dan Penjagaan Keluarga**

Dengan hak *Qaf* dan *Nun* serta *Shad* dan segala rahasia yang terkandung di dalamnya, serta segala apa yang diliputi olehnya. Dengan segala apa yang termaktub dalam Kitab Allah pada setiap surah, dan ayat-ayat serta huruf-huruf yang diagungkan. Dan limpahkanlah shalawat wahai Tuhanku kepada insan pilihan yang diridhai, Muhammad, sang penghapus kesesatan dan kesalahan. Ya Allah, jagalah amalan ini dan doa Jaljalutiyah Kubro ini pada diriku dan pada seluruh anak-anakku.


---



Kamis, 22 Januari 2026

Al-Manzumah al-Bahiyyah chat gpt

 **Jaljalutiyah Ṣughrā / Manẓūmah al-Bahiyyah**

**Paragraf 1 (Bait 1–7)**

Bada’tu bi bismillāhi r-rūḥi bihtadat, ilā kashfi asrārin bi bāṭinihi nṭawat. Wa ṣallaytu ‘alan-nabiyyi Muḥammadin, nabiyyir-raḥmati khayril-bariyyāti. Wa ālihi wa ṣaḥbihi ṭurrahum, wa sallim taslīman dā’iman abadan. Ilā an aqūla bi sirrin qad qadamat, wa naẓamtuhā manẓūmatan bahiyyatan. Tajallat fīhā anwārun jaljaliyah, tuḥyī l-qulūba wa tazīdul-hidāyah.


**Paragraf 2 (Bait 8–14)**

Yā man lahul-asmā’ul-ḥusnā jamī‘uhā, wa lahul-ma‘ānī ‘an ṣifātihi iḥtajat. Yā man ta‘āṭafat bihil-qulūbu ‘ārifatan, fa ṣārat bi nūrihi muhtadiyatan. As’aluka yā Allāhu yā Raḥmān, yā Raḥīm, yā Ḥayy yā Qayyūm dā’iman. An taktuma sirrī ‘an kulli mudda‘in, wa taj‘alanī bi sirrika muḥtafaẓan. Wa taftaha lī abwāban muġlaqat, wa tarfa‘a ‘annī kulla shiddatin wa miḥan.


**Paragraf 3 (Bait 15–21)**

Bi ḥaqqi ismika Allāhu ‘indal-karab, wa bi ḥaqqi Huwa wa Anta bilā sabab. Wa bi ḥaqqi Ḥayy Qayyūm qā’iman, wa bi ḥaqqi nūrin bi sirrihi i‘taṣam. Wa bi ḥaqqi Jaljalūtin wa Jaljalūt, wa mā baynahumā min sirrin yanfat. Wa bi ḥaqqi mā sṭaṭartahu fī ṣ-ṣuḥuf, wa mā aẓhartahu li ahli l-ma‘rifat. An taḥfaẓanī fī kulli ḥālatin, wa tuqīm lī dīnan wa dīnahū thabat.


**Paragraf 4 (Bait 22–28)**

Yā man tawāra bilā makānin yuḥaddad, wa ẓahara fī kulli shay’in fa shuhid. Subḥānaka mā a‘ẓama sha’naka, ‘an an tuḥāṭa bi fikrin aw yuḥṣad. Ta‘ālayta ‘an ṣifāti l-makhlūqīn, wa tanazzahhta ‘an mithlihim abadan. As’aluka bi sirri ismika l-a‘ẓam, an taj‘alanī fī ‘ayn ri‘āyatika. Wa an tusakhkhira lī man arāda, wa taṣrifa ‘annī kulla ‘ādin wa ẓāliman.


**Paragraf 5 (Bait 29–35)**

Bi sirri Aḥadin Aḥadin Aḥad, wa bi sirri Ṣamadin Ṣamadin Ṣamad. Wa bi sirri Lām Mīm wa Hā Mīm, wa bi sirri Yā Sīn wa Ṭā Hā wa Qāf. Wa bi sirri nūrin taqaddasa dhātan, fa lam yadrikhu waṣfun aw ṣifāt. An tuṭahhira qalbī min kulli kadr, wa tamla’ahu ḥikmatan wa nūrān. Wa an taj‘alanī min ‘ibādika, alladhīna isṭafayta hum bil-qurbāt.


**Paragraf 6 (Bait 36–42)**

Yā man bi yadayhi mafātiḥul-ghayb, lā ya‘lamuhā siwāhu man ijtanab. Wa yā man idhā arāda shay’an qāla lahū, kun fa yakūnu bi ghayri ta‘ab. As’aluka ‘ilman laduniyyā, wa fahman ḥaḍūriyyā wa qalban munqalib. Wa an takshifa ‘annī ḥujubal-ghaflah, ḥattā arā bi nūrinal-yaqīn sabab. Wa an takhtuma ‘alayya bi khayrin, wa tuḥsina ‘āqibatī bil-adab.


**Paragraf 7 (Bait 43–49)**

Bi ḥaqqi man unzila ‘alayhil-Qur’ān, hudan wa nūran wa shifā’an lil-adrān. Muḥammadin ṣallallāhu ‘alayhi wa sallam, mā dāmatil-ayyāmu wal-azmān. An taj‘ala ṣalātī wa wirīdī, maqbulan ‘indaka yā Dā’imal-iḥsān. Wa an tu‘allimanī mā yanfa‘unī, wa tanfa‘anī bimā ‘allamtanī bi iḥsān. Wa an tuqīm lī sirran muṣānan, lā yaṭṭali‘u ‘alayhi insun wa lā jān.


**Paragraf 8 (Bait 50–56)**

Yā man yu‘izzul-man yashā’u bi qudratih, wa yudhillu man yashā’u bi ḥikmatih. Ajirnī min sharri kulli ṭāghin, wa min sharri nafsin wa hawāhā idhā ṭaghat. Wa aj‘al lī min ladunka sulṭānan, wa futūḥan wa nusran wa karāmat. Wa ij‘al khātimata amrī khayran, wa ḥashran ma‘a ṣāliḥī l-umamāt. Wa ij‘al dhikrak ḥayātī wa unsī, wa biḥubbika tazkū jamī‘u l-ḥarakāt.


**Paragraf 9 (Bait 57–60)**

Hādhihi manẓūmatun bahiyyah, fīhā asrārun li ahli l-hidāyāt. Man qara’ahā bi ṣidqin wa niyyah, nalan min anwārihā barakāt. Fa subḥānallāhi thumma subḥānallāh, fī kulli waqtin wa jamī‘i l-awqāt. Wa ṣallallāhu ‘alā sayyidinā Muḥammad, wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi dhawi l-maqāmāt.


Teks yang Anda bagikan adalah Qasidah Jaljalutiyah Sughra (versi kecil/pendek), yang juga dikenal sebagai Al-Manzumah al-Bahiyyah. Ini merupakan karya klasik dalam literatur spiritual Islam (tasawuf) yang dikaitkan dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw., berisi doa, pujian kepada Allah, dan permohonan rahasia-rahasia batin melalui asma-asma Allah.

Berikut adalah terjemahan bebas namun tetap menjaga kedalaman maknanya:


Terjemahan Manzumah al-Bahiyyah (Jaljalutiyah Sughra)


Paragraf 1 (Bait 1–7): Pembukaan dan Selawat

Aku memulai dengan nama Allah, yang dengan-Nya ruh mendapat petunjuk menuju penyingkapan rahasia-rahasia yang tersembunyi di dalam batin. Aku berselawat kepada Nabi Muhammad, nabi pembawa rahmat dan sebaik-baik makhluk. Juga kepada keluarga dan para sahabatnya seluruhnya, serta salam yang abadi selamanya. Hingga aku mengucapkan rahasia-rahasia yang telah ada sejak dahulu, dan aku susun menjadi sebuah bait-bait (manzumah) yang indah. Di dalamnya terpancar cahaya kemegahan (anwar jaljaliyah) yang menghidupkan hati dan menambah hidayah.

Paragraf 2 (Bait 8–14): Permohonan Perlindungan

Wahai Zat yang memiliki semua nama yang indah (Asmaul Husna), dan yang memiliki makna-makna yang terhijab dari sifat-sifat-Nya. Wahai Zat yang membuat hati para arifin (orang yang mengenal Allah) menjadi lembut, sehingga mereka mendapat petunjuk melalui cahaya-Nya. Aku memohon kepada-Mu, ya Allah, ya Rahman, ya Rahim, ya Hayyu (Maha Hidup), ya Qayyum (Maha Mandiri) selamanya. Agar Engkau menyembunyikan rahasiaku dari setiap orang yang mengaku-ngaku (palsu), dan menjadikanku terjaga dengan rahasia-Mu. Bukakanlah bagiku pintu-pintu yang tertutup, dan angkatlah dariku segala kesulitan dan cobaan.

Paragraf 3 (Bait 15–21): Wasilah dengan Asma Allah

Demi kebenaran nama-Mu, ya Allah, di saat kesusahan; demi kebenaran Huwa (Dia) dan Anta (Engkau) tanpa perantara. Demi kebenaran Hayyu Qayyum yang teguh, dan demi kebenaran cahaya yang dengan rahasia-Nya terjaga dari kesalahan. Demi kebenaran Jaljalut dan Jaljalut (Keagungan Allah), serta rahasia yang memancar di antara keduanya. Demi kebenaran apa yang Engkau tulis dalam kitab-kitab suci, dan apa yang Engkau tampakkan kepada ahli makrifat. Lindungilah aku dalam setiap keadaan, dan tegakkanlah bagiku agama serta keyakinan yang kokoh.

Paragraf 4 (Bait 22–28): Keagungan Zat Allah

Wahai Zat yang tersembunyi tanpa tempat yang membatasi, namun nampak pada segala sesuatu sehingga dapat disaksikan. Mahasuci Engkau, betapa agung urusan-Mu, tak mungkin dijangkau oleh pikiran atau dibatasi. Engkau Maha Tinggi dari sifat-sifat makhluk, dan Maha Suci dari keserupaan dengan mereka selamanya. Aku memohon dengan rahasia Nama Agung-Mu (Ism al-A'zam), jadikanlah aku selalu dalam pengawasan-Mu. Tundukkanlah bagiku siapa pun yang aku kehendaki, dan palingkanlah dariku setiap musuh dan orang yang zalim.

Paragraf 5 (Bait 29–35): Rahasia Huruf dan Kesucian Hati

Dengan rahasia Ahad, Ahad, Ahad (Maha Esa) dan rahasia Samad, Samad, Samad (Tempat bergantung). Dengan rahasia Alif Lam Mim dan Ha Mim, serta rahasia Ya Sin, Ta Ha, dan Qaf. Dengan rahasia cahaya yang Zat-Nya tersucikan, sehingga tidak terjangkau oleh penggambaran maupun sifat. Bersihkanlah hatiku dari segala kekeruhan, dan penuhilah ia dengan hikmah dan cahaya. Jadikanlah aku termasuk di antara hamba-hamba-Mu yang Engkau pilih untuk berada di kedekatan-Mu.

Paragraf 6 (Bait 36–42): Memohon Ilmu Ladunni

Wahai Zat yang di tangan-Nya kunci-kunci kegaiban, yang tidak diketahui kecuali oleh-Nya bagi mereka yang menjauhkan diri (dari kemaksiatan). Wahai Zat yang jika menghendaki sesuatu, cukup berfirman "Jadilah!", maka jadilah ia tanpa susah payah. Aku memohon kepada-Mu ilmu ladunni (langsung dari sisi-Mu), pemahaman yang hadir seketika (haduri), dan hati yang bertaubat. Singkapkanlah dariku tabir kelalaian, hingga aku dapat melihat sebab segala sesuatu dengan cahaya keyakinan. Tutuplah usiaku dengan kebaikan (khusnul khatimah), dan perbaikilah akhir urusanku dengan adab yang mulia.

Paragraf 7 (Bait 43–49): Keberkahan Al-Qur'an

Demi kebenaran dia yang kepadanya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk, cahaya, dan penyembuh dari segala kotoran hati. Yaitu Muhammad SAW, selama hari dan zaman masih berputar. Jadikanlah salatku dan wiridku diterima di sisi-Mu, wahai Zat yang kekal kebaikan-Nya. Ajarkanlah aku apa yang bermanfaat bagiku, dan berilah aku manfaat dari apa yang telah Engkau ajarkan padaku dengan kebaikan-Mu. Kokohkanlah bagiku rahasia yang terjaga, yang tidak diketahui oleh manusia maupun jin.

Paragraf 8 (Bait 50–56): Kemenangan dan Penutup Kehidupan

Wahai Zat yang memuliakan siapa yang Dia kehendaki dengan kekuasaan-Nya, dan menghinakan siapa yang Dia kehendaki dengan hikmah-Nya. Lindungilah aku dari kejahatan setiap orang yang melampaui batas, serta dari kejahatan nafsu dan hawa nafsu saat ia bergejolak. Berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan, pembukaan (ilmu), pertolongan, dan kemuliaan. Jadikanlah akhir urusanku penuh kebaikan, dan kumpulkanlah aku bersama umat-umat yang saleh. Jadikanlah zikir kepada-Mu sebagai hidupku dan ketenanganku, dan dengan cinta-Mu, sucikanlah seluruh gerak-gerikku.

Paragraf 9 (Bait 57–60): Penutup Bait

Inilah susunan bait-bait yang indah, di dalamnya terdapat rahasia bagi para ahli hidayah. Barangsiapa membacanya dengan jujur dan niat yang tulus, niscaya ia akan memperoleh keberkahan dari cahaya-cahayanya. Mahasuci Allah, kemudian Mahasuci Allah, di setiap waktu dan segala saat. Semoga selawat Allah tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad, serta keluarga dan sahabatnya yang memiliki kedudukan tinggi.


Apakah Anda ingin saya menjelaskan makna dari istilah tertentu dalam teks ini, seperti "Jaljalut" atau "Ilmu Ladunni"?